Jumat, 05 November 2010

Keadaan Bulan Oktober di SMA N 1 Takari

. Jumat, 05 November 2010
0 komentar

Pukul 08:18 WITA (21 Oktober 2010) saya berangkat ke SMA N 1 Takari. Walaupun di sekolah ini belum terdapat Digiserver, tapi saya tetap saja berangkat. Karena saya berencana akan mengecek sinyal parabola yang terpasang di sekolah itu.
Tepat pukul 10:00 WITA saya sudah tiba di sekolah itu. Dengan di dampingi oleh pendamping lokal (Pak Donatus H. Bire), saya coba cek sinyalnya. Ternyata semua sinyal disini berubah menjadi 63%. Saya coba setting ulang, dan alhamdulillah untuk SNR Seamolec mendapatkan 78% dan sudah bisa melihat streaming video.
Kendala yang lainnya adalah listrik di sekolah ini belum stabil, belum ada komputer yang dijadikan digiserver, dan jumlah komputer disini masih 2 unit.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Keadaan Bulan Oktober di SMA N 1 Kupang Barat

Pukul 08:08 WITA (20 Oktober 2010) saya berangkat ke SMA N 1 Kupang Barat. Kunjungan kali ini bermaksud untuk silaturahmi dengan warga sekolah sekaligus untuk pengecekan semua peralatan SeaEduNet. Tepat pukul 10:08 WITA saya dan pendamping lokal (Pak Obednego Buitlena, SE) mengecek semua peralatan SeaEduNet. Pada pengecekan kali ini, sinyal untuk semua channel mengalami penurunan. Misalnya sapa channel Seamolec, dulunya (per 7 Agustus 2010) mempunyai SNR 80% dan bisa terima streaming. Tapi untuk saat ini channel Seamolec hanya mempunyai SNR 63%.
Setelah mengetahui perubahan ini, akhirnya saya langsung pointing ulang parabola itu. Alhamdulillah untuk channel Seamolec mendapatkan SNR 79%. Sedangkan untuk channel yang lainnya diatas 82%. Setelah mendapatkan SNR 79% akhirnya saya langsung pengecekan data yang ada di digiserver. Ternyata masih belum ada datanya.
Kemudian saya cek satu persatu koneksi. Yang saya cek pertama adalah sambungan langsung dari laptop ke digibox, dan hasilnya bisa terkoneksi dan tanpa RTO. Cek yang kedua, dari laptop ke digibox melalui digiserver dan hasilnya sering RTO. Cek yang ketiga dari laptop ke digiserver dan hasilnya pun tanpa RTO.
Agar tidak terjadi RTO, akhirnya saya coba ganti NIC untuk Eth1 dengan NIC yang lainnya. Namun hasilnya masih sering RTO.
Karena waktu sudah menunjukkan pukul 15:30 WITA, akhirnya saya dan pendamping lokalpun menunda pekerjaan ini. Rencananya pekerjaan ini akan diselesaikan pada rabu minggu depan.
---
Rabu minggu ini (27 Oktober 2010) saya berangkat lebih awal (07:30 WITA), karena pekerjaan minggu kemarin masih belum terselesaikan. Tanpa menunggu pendamping lokal yang sedang mengajar siswa-siswanya, akhirnya saya cek lagi semua peralatan SeaEduNet. Sungguh terkejut, karena channel yang minggu kemarin bertuliskan SEAMOLEC dan mendapatkan SNR 79% ternyata berubah menjadi channel Trans TV yang memiliki SNR 79%.
Saya coba setting transponder channel itu menjadi 3789 (Seamolec). Dan pada transponder itu untuk channel Seamolec masih memiliki SNR 79%. Namun setelah saya restart digiboxnya, transpondernya berubah lagi menjadi transponder dan channel Trans TV.
Kendali yang saya hadapi lainnya adalah jika terjadi hujan. Maka semua sinyal berubah menjadi 63%. Padahal semua mur yang ada pada parabola sudah saya kunci sekencang mungkin.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Keadaan Bulan Oktober di SMA N 2 Kupang Timur

Tepat pukul 07:50 WITA (19 Oktober 2010) saya berangkat ke SMA N 2 Kupang Timur. Rencananya disana saya akan mengecek semua peralatan SeaEduNet dan sekaligus silaturahmi dengan semua warga sekolah. Alhamdulillah pukul 09:10 WITA saya sudah berada di Ruang Kepala Sekolah untuk membicarakan maksud kedatanganku.
Tepak pukul 10:00 WITA, saya dan pendamping lokal ( Pak Albert S. Mali, S.Pd) mengecek peralatan SeaEdunet. Alhamdulillah dari hasil pengecekan ini kami tidak mengalami kendala. Karena SNR Seamolec masih tetap 76%, streaming masih berjalan baik dan transfer data dari Seamolec masih bisa dilakukan.
Setelah pengecekan itu, selanjutkan kegiatan kami adalah memperbaiki LAN yang ada di Labkom. Client yang kami maintenance berjumlah 10 PC. Hal itu kami lakukan, karena kabel dan konfigurasi jaringannya belum satu class dengan peralatan SeaEduNet.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 26 Oktober 2010

Keadaan Bulan Oktober

. Selasa, 26 Oktober 2010
0 komentar

Rencananya hari ini (18 Oktober 2010) saya akan berkunjung ke SMA N 1 Kupang Tengah untuk pengecekan peralatan SeaEduNet dan sekaligus kunjungan pertama setelah liburan selama masa-masa lebaran. Alhadmulillah, tepat pukul 08:10 WITA saya berangkat ke sekolah tersebut dan baru tiba di sekolah pukul 09:15 WITA.
Setelah tiba di sana, saya di sambut oleh beberapa mahasiswa yang PPL dari Universitas PGRI Kupang. Tanpa menunggu terlalu lama, akhirnya saya bisa dipertemukan dengan kepala sekolah. Pak Melkis A.L. Oematan, S.Pd nama lengkap beliau.
Hanya membutuhkan waktu kurang dari 20 menit saya berbincang-bincang dengan beliau dan menyampaikan maksud kedatanganku, akhirnya saya segera mengecek semua peralatan SeaEduNet dan didampingi oleh pendamping lokal (Pak Dedy Yohanis Lae). Alhamdulillah, channel untuk Seamolec masih memiliki SNR 86% dan koneksi dari client ke digiserver masih berjalan dengan baik.
Namun ada yang berubah, 2 NIC yang diberikan dari Seamolec untuk dipasangkan ke Digiserver agak mengalami kendala. Karena saya coba ping dari laptopku ke digibox melalui digiserver terlalu banyak yang RTO, tapi kalau saya ping dari laptop dan langsung ke digibox selalu ada koneksi. Dari kendala itu menyebabkan streaming video dari Seamolec terputus-putus dan pengiriman paket data dari Seamolec ke SMA N 1 Kupang Tengah belum bisa dilakukan.
Sebagai informasi tambahan, jika ada dua/lebih client yang dihidupkan maka listrik di sekolahan ini mendadak mati karena daya listriknya kurang memadai.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Kamis, 12 Agustus 2010

Kegiatan Minggu Pertama

. Kamis, 12 Agustus 2010
0 komentar

Untuk lebih jelasnya, silahkan klik 2 kali pada gambar dibawah ini

Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 08 Agustus 2010

Pointing di SMA N 1 Kupang Barat

. Minggu, 08 Agustus 2010
0 komentar

Alhamdulillah, sudah 4 empat parabola yang kami pasang dan hari ini adalah pemasangan parabola yang kelima. Kali ini, kita akan memasang parabola di SMA N 1 Kupang Barat. Pukul 08.55 kami menuju ke sana. Kami terpaksa menyewa mobil Toyota Rush warna hitam milik Hotel Brenton, karena kalau menggunakan angkutan umum kami belum mengetahui harus memakai mobil yang mana saja. Pukul 09.45 WITA kami tiba di sekolah tujuan.
Setelah tiba disana, kami langsung mengambil perlengkapan parabola di ruang kepala sekolah. Secara kebetulan kepala sekolahnya sedang ada urusan di kantor kecamatan. Semua perlengkapannya kami simpan berdekatan dengan tiang parabola yaitu di depan ruang labkom. Setelah semua perlengkapan diambil, kami (saya dan Febri) langsung merakit parabola dan memasangkannya di tiang parabola.
Alhamdulillah, kami hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 jam untuk mendapatkan SNR lebih dari 80% dari Seamolec. Sedangkan untuk SNR TV7 dan Trans TV sampai dengan 85%. Setelah mendapatkan hasil yang diinginkan, kemudian saya langsung instalasi digi server dan setting Access Point. Tiga puluh menit sudah waktu yang saya habiskan, dan alhamdulillah selesai juga pekerjaannya. Kegiatan selanjutnya adalah makan bersama dengan kepala sekolah dan pegawai disini. Menu makanannya pun hanya nasi campur ala Jawa Timur. Karena warung makan yang di dekat sekolah ini hanya ada warung dari Jawa Timur.
Alhamdulillah, kenyang juga ya...
Kegiatan selanjutnya adalah memberikan pelatihan kepada kepala sekolah dan pegawainya. Materi pelatihannya hanya menyangkut pengoperasian digiserver, streaming video, pembuatan e-learning local dan setting LAN.
Tepat pukul 16.00 WITA, semua kegiatan telah selesai dilaksanakan dan agenda yang terakhir adalah penandatangan MoU antara Seamolec-sekolah dan Yayasan Guru Cerdas NTT-sekolah, penandatanganan SKPD dan pengisian form peserta pelatihan. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang kepala sekolah. Dalam ruangan itu hanya ada saya dan kepala sekolah. Pak Eliazer nama pendeknya. Setelah semua MoU.
Alhamdulillah, tepat pukul 16.30 WITA saya berencana pamit pulang. Tapi sebelum pulang, kepala sekolah menagih janji yang dulu pernah Irsandi Hasan katakan yaitu akan mengganti uang semen dan upah buruh untuk pemasangan tiang parabola. Ya kami gantikan dengan Rp. 110.000. seratus ribu dari seamolec dan Rp. 10.000 dari uang saya.
Mobil jemputan dari hotel sudah menunggu dan saya pun masih sibuk dengan kepala sekolah. Kali ini pihak sekolah meminta saya untuk membelikan kabel UTP beserta connectornya. Akhirnya, kami (saya dan febri) menggunakan mobil jemputan sedangkan kepala sekolah menggunakan motor pribadinya.
Wah, ternyata tak di duga mobil yang kami naiki mogok ditengah jalan. Ternyata respon pemilik mobil cukup tanggap. Beliau langsung menelepon teknisi toyota dan menjemput kami diperempatan jalan daerah Tabun. Mungkin jarak dari sekolah hanya 4 KM.
Alhamdulillah, hanya perlu waktu 30 menit untuk memperbaiki kerusakan mobilnya. Selanjutnya kami langsung menuju toko Kharisma untuk membeli kabel UTP dan connectornya. Alhamdulillah, saya membeli 20 m kabel UTP (Rp. 4.500/m) dan 24 buah connector (@Rp. 1.500). Setelah kabel UTP dan connectornya terbeli, selanjutnya kami langsung menuju Hotel Brenton

Klik disini untuk melanjutkan »»

Pointing di SMA N 1 Amarasi

Tak terasa, ternyata sudah seminggu kami di sini. Oh ya, hari ini Kamis tanggal 29 Juli 2010 Pukul 09.15 WITA kami (saya, Febri dan Irsandi Hasan) akan ke SMA N 1 Amarasi. Untuk menuju SMA ini, kita harus naik beberapa angkutan kota. Kalau disini menyebut angkot itu oto atau bemo. Yaitu Kupang-Noelbaki kemudian naik Noelbaki-Oesao atau Noelbaki-Camplong lalu turun di pertigaan Oesao. Nah dari sini sampai sekolahan itu tidak ada angkutan kota. Hanya ada mobil pick up dan ojek. Wajarlah, khan letaknya jauh dari pusat kota
Alhamdulillah, setelah 20 menit menunggu akhirnya kami menyewa mobil pick up. Ongkos untuk mengantarkan kami hanya Rp. 20.000/orang. Dalam mobil itu juga ada penumpang yang lain.
Dalam perjalanan, kami melihat-lihat keadaan di sekeliling. Wah, ternyata indah sekali pemandangannya dan ternyata perjalanannya melewati bukit-bukit. Dan kami lihat ada laut, tanah gersang dan ada juga yang tanah yang hanya ditumbuhi rerumputan. Oh ya, rumah penduduk juga jarang sekali.
Setelah mendekati daerah Amarasi, kami baru menemukan rumah penduduk. Ternyata daerah ini lebih subur dari daerah yang lainnya. Karena kelihatan dari tumbuh-tumbuhan yang berdaun hijau dan udara disini agak sedikit dingin.
Ternyata SMA ini beralamat di desa Kotabes Kec. Amarasi dan perjalanan dari Oesao sampai ke SMA ini hanya membutuhkan waktu 25 menit. Wah, subur juga sekolahannya. Baru masuk pintu gerbang saja, kami sudah di sambut oleh rindangnya pohon jambu monyet. Selanjutnya baru masuk pintu kantor, kami juga di sambut oleh guru-guru yang sedang main tenis meja. Ternyata di kantor ada yang bisa main tenis meja juga ya?
Setelah memberitahukan tujuan kami kesini, akhirnya kami disuruh menghadap ruang kepala sekolah dan langsung mengeluarkan semua kebutuhan pemasangan parabola. Wah, ternyata tiang disini belum di pasang, padahal sudah dari kemarin peralatannya sudah diberikan dan suruh segera memasang tiangnya. Terpaksa deh, tiangnya dipasang dadakan.
Tepat pukul 11.00 WITA kami memasang tiang parabola dan tidak memungkinkan lagi kalau kami memasangnya esok hari. Karena besok kami sudah ada janji dengan Kepala SMA N 1 Kupang Barat. Pukul 12.30 WITA akhirnya kami mulai merakit parabola dan langsung memasangnya diatas tiang tadi. Kemudian kami langsung pointing. Alhamdulillah, dalam pointing kali ini tidak mengalami kendala apapun. Karena hanya dengan waktu 30 menit langsung mendapatkan SNR untuk Trans TV di atas 83%. Sedangkan untuk SNR Seamolec-nya lebih dari 78% dan untuk streaming ke seamolec tidak mengalami gangguan.
Selanjutnya, kami langsung instalasi Digiserver, setting Access Point dan memberikan pelatihan kepada beberapa guru TI yang ada di Labkom itu. Alhamdulillah, hanya membutuhkan waktu 1 setengah jam untuk melaksanakan semua kegiatan ini.
Setelah selesai melaksanakan ini semua, akhirnya kami pamit kepada guru-guru di labkom dan langsung menuju ruang kepala sekolah dengan maksud yang sama. Wah, ternyata kepala sekolah nya sudah pulang. Jadi kami pamit ke Kaur TU-nya dan langsung menuju rumah beliau yang ada disamping sekolah itu. Dan pukul 15.45 WITA kami berniat kembali ke hotel. Dari sekolah sampai jalan raya hanya berjalan kaki. Lumayanlah, kira-kira jaraknya 1 KM. Setelah sampai dijalan raya, kami langsung menunggu angkutan kota.
Sudah hampir 25 menit kami disini dan belum mendapatkan apa yang kita mau. Sampai tibalah salah satu guru yang mengajar di SMA N 1 Amarasi dan memberitahukan kepada kami, kalau dari Amarasi ke Oesao tidak ada angkutan kota dan cuma bisa menggunakan ojek. Ok lah klo begitu. Akhirnya, 2 ojek kami gunakan. Setelah ditengah perjalanan, ada mobil polisi dan sedang melakukan razia. Wajarlah kalau kami takut, karena kami tidak menggunakan helm. Setelah menunggu hampir 15 menit, akhirnya kami memberanikan diri untuk melawati mobil itu. Alhamdulillah, ternyata kami lolos dari razia itu. Alhamdulillah, sampai juga di pertigaan Oesao. Dan untuk menuju hotel kita harus menggunakan angkot. Kali ini kita menggunakan angkot jurusan Noelbaki-Camplong dan Noelbaki-Kupang. Dan Alhamdulillah pukul 17.10 WITA sudah sampai di hotel Brenton.

Klik disini untuk melanjutkan »»
 
Powered by Blogger.com