Kamis, 30 Desember 2010

Membuat Variasi Huruf

. Kamis, 30 Desember 2010
0 komentar

Wah, ternyata mulai minggu ini sudah memasuki semester akhir ya. Benar2 ga terasa nih. Oh ya, semester kali ini ada mata kuliah Pemrograman Lanjut + Database. Alhamdulillah, dosennya berbeda dengan dosen2 semester sebelumnya. Yang ini dosennya paling cantik. Wajarlah, khan beliau dosen perempuan satu2-nya yang mengajar di kelas kami. Hehehehe...
Untuk pertemuan awal, kami belajar bagaimana cara membuat variasi huruf menggunakan HTML. Seperti inilah scriptnya :

<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Homepage</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<strong>Ini halaman index pertama dengan strong</strong><br>
<strong><font size=3>font dengan size 3 dan strong</font><br></strong>
<strong><font size=5 face="verdana">font dengan size 5, face verdana dan strong</font></strong>
</BODY>
</HTML>
Nah, bagaimana hasilnya?

Klik disini untuk melanjutkan »»

Jumat, 05 November 2010

Keadaan Bulan Oktober di SMA N 1 Takari

. Jumat, 05 November 2010
0 komentar

Pukul 08:18 WITA (21 Oktober 2010) saya berangkat ke SMA N 1 Takari. Walaupun di sekolah ini belum terdapat Digiserver, tapi saya tetap saja berangkat. Karena saya berencana akan mengecek sinyal parabola yang terpasang di sekolah itu.
Tepat pukul 10:00 WITA saya sudah tiba di sekolah itu. Dengan di dampingi oleh pendamping lokal (Pak Donatus H. Bire), saya coba cek sinyalnya. Ternyata semua sinyal disini berubah menjadi 63%. Saya coba setting ulang, dan alhamdulillah untuk SNR Seamolec mendapatkan 78% dan sudah bisa melihat streaming video.
Kendala yang lainnya adalah listrik di sekolah ini belum stabil, belum ada komputer yang dijadikan digiserver, dan jumlah komputer disini masih 2 unit.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Keadaan Bulan Oktober di SMA N 1 Kupang Barat

Pukul 08:08 WITA (20 Oktober 2010) saya berangkat ke SMA N 1 Kupang Barat. Kunjungan kali ini bermaksud untuk silaturahmi dengan warga sekolah sekaligus untuk pengecekan semua peralatan SeaEduNet. Tepat pukul 10:08 WITA saya dan pendamping lokal (Pak Obednego Buitlena, SE) mengecek semua peralatan SeaEduNet. Pada pengecekan kali ini, sinyal untuk semua channel mengalami penurunan. Misalnya sapa channel Seamolec, dulunya (per 7 Agustus 2010) mempunyai SNR 80% dan bisa terima streaming. Tapi untuk saat ini channel Seamolec hanya mempunyai SNR 63%.
Setelah mengetahui perubahan ini, akhirnya saya langsung pointing ulang parabola itu. Alhamdulillah untuk channel Seamolec mendapatkan SNR 79%. Sedangkan untuk channel yang lainnya diatas 82%. Setelah mendapatkan SNR 79% akhirnya saya langsung pengecekan data yang ada di digiserver. Ternyata masih belum ada datanya.
Kemudian saya cek satu persatu koneksi. Yang saya cek pertama adalah sambungan langsung dari laptop ke digibox, dan hasilnya bisa terkoneksi dan tanpa RTO. Cek yang kedua, dari laptop ke digibox melalui digiserver dan hasilnya sering RTO. Cek yang ketiga dari laptop ke digiserver dan hasilnya pun tanpa RTO.
Agar tidak terjadi RTO, akhirnya saya coba ganti NIC untuk Eth1 dengan NIC yang lainnya. Namun hasilnya masih sering RTO.
Karena waktu sudah menunjukkan pukul 15:30 WITA, akhirnya saya dan pendamping lokalpun menunda pekerjaan ini. Rencananya pekerjaan ini akan diselesaikan pada rabu minggu depan.
---
Rabu minggu ini (27 Oktober 2010) saya berangkat lebih awal (07:30 WITA), karena pekerjaan minggu kemarin masih belum terselesaikan. Tanpa menunggu pendamping lokal yang sedang mengajar siswa-siswanya, akhirnya saya cek lagi semua peralatan SeaEduNet. Sungguh terkejut, karena channel yang minggu kemarin bertuliskan SEAMOLEC dan mendapatkan SNR 79% ternyata berubah menjadi channel Trans TV yang memiliki SNR 79%.
Saya coba setting transponder channel itu menjadi 3789 (Seamolec). Dan pada transponder itu untuk channel Seamolec masih memiliki SNR 79%. Namun setelah saya restart digiboxnya, transpondernya berubah lagi menjadi transponder dan channel Trans TV.
Kendali yang saya hadapi lainnya adalah jika terjadi hujan. Maka semua sinyal berubah menjadi 63%. Padahal semua mur yang ada pada parabola sudah saya kunci sekencang mungkin.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Keadaan Bulan Oktober di SMA N 2 Kupang Timur

Tepat pukul 07:50 WITA (19 Oktober 2010) saya berangkat ke SMA N 2 Kupang Timur. Rencananya disana saya akan mengecek semua peralatan SeaEduNet dan sekaligus silaturahmi dengan semua warga sekolah. Alhamdulillah pukul 09:10 WITA saya sudah berada di Ruang Kepala Sekolah untuk membicarakan maksud kedatanganku.
Tepak pukul 10:00 WITA, saya dan pendamping lokal ( Pak Albert S. Mali, S.Pd) mengecek peralatan SeaEdunet. Alhamdulillah dari hasil pengecekan ini kami tidak mengalami kendala. Karena SNR Seamolec masih tetap 76%, streaming masih berjalan baik dan transfer data dari Seamolec masih bisa dilakukan.
Setelah pengecekan itu, selanjutkan kegiatan kami adalah memperbaiki LAN yang ada di Labkom. Client yang kami maintenance berjumlah 10 PC. Hal itu kami lakukan, karena kabel dan konfigurasi jaringannya belum satu class dengan peralatan SeaEduNet.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 26 Oktober 2010

Keadaan Bulan Oktober

. Selasa, 26 Oktober 2010
0 komentar

Rencananya hari ini (18 Oktober 2010) saya akan berkunjung ke SMA N 1 Kupang Tengah untuk pengecekan peralatan SeaEduNet dan sekaligus kunjungan pertama setelah liburan selama masa-masa lebaran. Alhadmulillah, tepat pukul 08:10 WITA saya berangkat ke sekolah tersebut dan baru tiba di sekolah pukul 09:15 WITA.
Setelah tiba di sana, saya di sambut oleh beberapa mahasiswa yang PPL dari Universitas PGRI Kupang. Tanpa menunggu terlalu lama, akhirnya saya bisa dipertemukan dengan kepala sekolah. Pak Melkis A.L. Oematan, S.Pd nama lengkap beliau.
Hanya membutuhkan waktu kurang dari 20 menit saya berbincang-bincang dengan beliau dan menyampaikan maksud kedatanganku, akhirnya saya segera mengecek semua peralatan SeaEduNet dan didampingi oleh pendamping lokal (Pak Dedy Yohanis Lae). Alhamdulillah, channel untuk Seamolec masih memiliki SNR 86% dan koneksi dari client ke digiserver masih berjalan dengan baik.
Namun ada yang berubah, 2 NIC yang diberikan dari Seamolec untuk dipasangkan ke Digiserver agak mengalami kendala. Karena saya coba ping dari laptopku ke digibox melalui digiserver terlalu banyak yang RTO, tapi kalau saya ping dari laptop dan langsung ke digibox selalu ada koneksi. Dari kendala itu menyebabkan streaming video dari Seamolec terputus-putus dan pengiriman paket data dari Seamolec ke SMA N 1 Kupang Tengah belum bisa dilakukan.
Sebagai informasi tambahan, jika ada dua/lebih client yang dihidupkan maka listrik di sekolahan ini mendadak mati karena daya listriknya kurang memadai.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Kamis, 12 Agustus 2010

Kegiatan Minggu Pertama

. Kamis, 12 Agustus 2010
0 komentar

Untuk lebih jelasnya, silahkan klik 2 kali pada gambar dibawah ini

Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 08 Agustus 2010

Pointing di SMA N 1 Kupang Barat

. Minggu, 08 Agustus 2010
0 komentar

Alhamdulillah, sudah 4 empat parabola yang kami pasang dan hari ini adalah pemasangan parabola yang kelima. Kali ini, kita akan memasang parabola di SMA N 1 Kupang Barat. Pukul 08.55 kami menuju ke sana. Kami terpaksa menyewa mobil Toyota Rush warna hitam milik Hotel Brenton, karena kalau menggunakan angkutan umum kami belum mengetahui harus memakai mobil yang mana saja. Pukul 09.45 WITA kami tiba di sekolah tujuan.
Setelah tiba disana, kami langsung mengambil perlengkapan parabola di ruang kepala sekolah. Secara kebetulan kepala sekolahnya sedang ada urusan di kantor kecamatan. Semua perlengkapannya kami simpan berdekatan dengan tiang parabola yaitu di depan ruang labkom. Setelah semua perlengkapan diambil, kami (saya dan Febri) langsung merakit parabola dan memasangkannya di tiang parabola.
Alhamdulillah, kami hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 jam untuk mendapatkan SNR lebih dari 80% dari Seamolec. Sedangkan untuk SNR TV7 dan Trans TV sampai dengan 85%. Setelah mendapatkan hasil yang diinginkan, kemudian saya langsung instalasi digi server dan setting Access Point. Tiga puluh menit sudah waktu yang saya habiskan, dan alhamdulillah selesai juga pekerjaannya. Kegiatan selanjutnya adalah makan bersama dengan kepala sekolah dan pegawai disini. Menu makanannya pun hanya nasi campur ala Jawa Timur. Karena warung makan yang di dekat sekolah ini hanya ada warung dari Jawa Timur.
Alhamdulillah, kenyang juga ya...
Kegiatan selanjutnya adalah memberikan pelatihan kepada kepala sekolah dan pegawainya. Materi pelatihannya hanya menyangkut pengoperasian digiserver, streaming video, pembuatan e-learning local dan setting LAN.
Tepat pukul 16.00 WITA, semua kegiatan telah selesai dilaksanakan dan agenda yang terakhir adalah penandatangan MoU antara Seamolec-sekolah dan Yayasan Guru Cerdas NTT-sekolah, penandatanganan SKPD dan pengisian form peserta pelatihan. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang kepala sekolah. Dalam ruangan itu hanya ada saya dan kepala sekolah. Pak Eliazer nama pendeknya. Setelah semua MoU.
Alhamdulillah, tepat pukul 16.30 WITA saya berencana pamit pulang. Tapi sebelum pulang, kepala sekolah menagih janji yang dulu pernah Irsandi Hasan katakan yaitu akan mengganti uang semen dan upah buruh untuk pemasangan tiang parabola. Ya kami gantikan dengan Rp. 110.000. seratus ribu dari seamolec dan Rp. 10.000 dari uang saya.
Mobil jemputan dari hotel sudah menunggu dan saya pun masih sibuk dengan kepala sekolah. Kali ini pihak sekolah meminta saya untuk membelikan kabel UTP beserta connectornya. Akhirnya, kami (saya dan febri) menggunakan mobil jemputan sedangkan kepala sekolah menggunakan motor pribadinya.
Wah, ternyata tak di duga mobil yang kami naiki mogok ditengah jalan. Ternyata respon pemilik mobil cukup tanggap. Beliau langsung menelepon teknisi toyota dan menjemput kami diperempatan jalan daerah Tabun. Mungkin jarak dari sekolah hanya 4 KM.
Alhamdulillah, hanya perlu waktu 30 menit untuk memperbaiki kerusakan mobilnya. Selanjutnya kami langsung menuju toko Kharisma untuk membeli kabel UTP dan connectornya. Alhamdulillah, saya membeli 20 m kabel UTP (Rp. 4.500/m) dan 24 buah connector (@Rp. 1.500). Setelah kabel UTP dan connectornya terbeli, selanjutnya kami langsung menuju Hotel Brenton

Klik disini untuk melanjutkan »»

Pointing di SMA N 1 Amarasi

Tak terasa, ternyata sudah seminggu kami di sini. Oh ya, hari ini Kamis tanggal 29 Juli 2010 Pukul 09.15 WITA kami (saya, Febri dan Irsandi Hasan) akan ke SMA N 1 Amarasi. Untuk menuju SMA ini, kita harus naik beberapa angkutan kota. Kalau disini menyebut angkot itu oto atau bemo. Yaitu Kupang-Noelbaki kemudian naik Noelbaki-Oesao atau Noelbaki-Camplong lalu turun di pertigaan Oesao. Nah dari sini sampai sekolahan itu tidak ada angkutan kota. Hanya ada mobil pick up dan ojek. Wajarlah, khan letaknya jauh dari pusat kota
Alhamdulillah, setelah 20 menit menunggu akhirnya kami menyewa mobil pick up. Ongkos untuk mengantarkan kami hanya Rp. 20.000/orang. Dalam mobil itu juga ada penumpang yang lain.
Dalam perjalanan, kami melihat-lihat keadaan di sekeliling. Wah, ternyata indah sekali pemandangannya dan ternyata perjalanannya melewati bukit-bukit. Dan kami lihat ada laut, tanah gersang dan ada juga yang tanah yang hanya ditumbuhi rerumputan. Oh ya, rumah penduduk juga jarang sekali.
Setelah mendekati daerah Amarasi, kami baru menemukan rumah penduduk. Ternyata daerah ini lebih subur dari daerah yang lainnya. Karena kelihatan dari tumbuh-tumbuhan yang berdaun hijau dan udara disini agak sedikit dingin.
Ternyata SMA ini beralamat di desa Kotabes Kec. Amarasi dan perjalanan dari Oesao sampai ke SMA ini hanya membutuhkan waktu 25 menit. Wah, subur juga sekolahannya. Baru masuk pintu gerbang saja, kami sudah di sambut oleh rindangnya pohon jambu monyet. Selanjutnya baru masuk pintu kantor, kami juga di sambut oleh guru-guru yang sedang main tenis meja. Ternyata di kantor ada yang bisa main tenis meja juga ya?
Setelah memberitahukan tujuan kami kesini, akhirnya kami disuruh menghadap ruang kepala sekolah dan langsung mengeluarkan semua kebutuhan pemasangan parabola. Wah, ternyata tiang disini belum di pasang, padahal sudah dari kemarin peralatannya sudah diberikan dan suruh segera memasang tiangnya. Terpaksa deh, tiangnya dipasang dadakan.
Tepat pukul 11.00 WITA kami memasang tiang parabola dan tidak memungkinkan lagi kalau kami memasangnya esok hari. Karena besok kami sudah ada janji dengan Kepala SMA N 1 Kupang Barat. Pukul 12.30 WITA akhirnya kami mulai merakit parabola dan langsung memasangnya diatas tiang tadi. Kemudian kami langsung pointing. Alhamdulillah, dalam pointing kali ini tidak mengalami kendala apapun. Karena hanya dengan waktu 30 menit langsung mendapatkan SNR untuk Trans TV di atas 83%. Sedangkan untuk SNR Seamolec-nya lebih dari 78% dan untuk streaming ke seamolec tidak mengalami gangguan.
Selanjutnya, kami langsung instalasi Digiserver, setting Access Point dan memberikan pelatihan kepada beberapa guru TI yang ada di Labkom itu. Alhamdulillah, hanya membutuhkan waktu 1 setengah jam untuk melaksanakan semua kegiatan ini.
Setelah selesai melaksanakan ini semua, akhirnya kami pamit kepada guru-guru di labkom dan langsung menuju ruang kepala sekolah dengan maksud yang sama. Wah, ternyata kepala sekolah nya sudah pulang. Jadi kami pamit ke Kaur TU-nya dan langsung menuju rumah beliau yang ada disamping sekolah itu. Dan pukul 15.45 WITA kami berniat kembali ke hotel. Dari sekolah sampai jalan raya hanya berjalan kaki. Lumayanlah, kira-kira jaraknya 1 KM. Setelah sampai dijalan raya, kami langsung menunggu angkutan kota.
Sudah hampir 25 menit kami disini dan belum mendapatkan apa yang kita mau. Sampai tibalah salah satu guru yang mengajar di SMA N 1 Amarasi dan memberitahukan kepada kami, kalau dari Amarasi ke Oesao tidak ada angkutan kota dan cuma bisa menggunakan ojek. Ok lah klo begitu. Akhirnya, 2 ojek kami gunakan. Setelah ditengah perjalanan, ada mobil polisi dan sedang melakukan razia. Wajarlah kalau kami takut, karena kami tidak menggunakan helm. Setelah menunggu hampir 15 menit, akhirnya kami memberanikan diri untuk melawati mobil itu. Alhamdulillah, ternyata kami lolos dari razia itu. Alhamdulillah, sampai juga di pertigaan Oesao. Dan untuk menuju hotel kita harus menggunakan angkot. Kali ini kita menggunakan angkot jurusan Noelbaki-Camplong dan Noelbaki-Kupang. Dan Alhamdulillah pukul 17.10 WITA sudah sampai di hotel Brenton.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Pointing di SMA N 1 Takari

Wah, tak terasa sudah 6 hari ada di Kupang. Kira-kira agenda hari ini apa ya? Oh ya, hari ini saya harus memasang parabola di SMA N 1 Takari. Jauh ga ya tempatnya? Gampang kok, tinggal naik bus jurusan kupang-soe, kupang-kefa atau bisa juga kupang-atambua. Soalnya ketiga jurusan itu selalu melewati daerah Takari.
Jam 9.00 WITA, kami (saya, Febri dan Irsandi Hasan) menuju SMA yang dituju. Kami naik mobil jurusan kupang-kefa. Wah, ternyata jalan yang kami lalui seperti jalan raya yang ada di Batu-Malang. Jalannya sangat terjal, berliku-liku. Sebelah kanan jurang sedangkan sebelah kiri tebing bebatuan. Wah, pokoknya jangan sampe terjadi apa-apa dech.
Oh ya, kami hanya membutuhkan waktu 2 jam untuk sampai ke SMA N 1 Takari. Ternyata alamatnya ada di Jalan Timor Raya KM 68 Takari. Lumayan jauh juga ya? Oh ya, itu baru sampai jalan raya, kita harus jalan kali melewati jalan bebatuan menuju SMA itu. Ya, kira-kira jalan kaki sampai 300M. Di sekeliling jalan itu banyak ternak, diantaranya ada sapi, kambing, anjing (kirik, asu dan sejenisnya) dan babi (celeng, bagong dan sejenisnya). Pokoknya bau mereka tercium tajam. Sebagai tambahan, kalau jalan kaki ke sini harus hati-hati ya, soalnya kotoran mereka berserakan di jalan. Hehehehe...
Alhamdulillah, setelah me-lewati rintangan itu akhirnya sampai juga ke SMA N 1 Takari. Langsung saja, kami menemui kepala sekolah. Nama pendeknya Pak Yanto. Beliau orang Jember loch. Setelah mendapat izin, kami langsung memasang parabola dan pointing. Wah, memang nasib kesekolah ini. Sudah perjalanannya jauh, jalan kaki disambut oleh ternak dan yang terakhir listrik disini jarang menyala trus di sini juga belum ada TV. Trus gimana dong klo untuk pointingnya? Gampang kok, kita khan punya laptop. Khan jalan alternatif juga.
Wah... wah... ternyata pointing menggunakan laptop butuh tenaga ekstra. Bayangkan saja, setiap ada gerakan di parabola kita harus refresh browser Enigma-nya. Ditambah lagi, angin disini kencang banget. Jadi secara tidak langsung, anginnya “membantu” merusak posisi parabola.
Alhamdulillah, ternyata hanya butuh waktu 2 jam untuk mendapatkan hasil SNR 77% dari siaran SEAMOLEC. Setelah dirasa sudah bisa streaming video, akhirnya kami membereskan peralatan yang ada diluar dan langsung memasangnya di ruang kepala sekolah.
Ternyata, kami “dikerjain” oleh angin. Masa saat di luar gedung bisa mendapatkan SNR 77% sedangkan di dalam ruangan hanya mendapatkan SNR 63%. Harus pointing lagi deh. Ya iya lah. “Klo bukan kita yang pointing, lalu siapa lagi?”
Alhamdulillah, hasilnya sudah tetap 77%. Dan selanjutnya adalah memberikan pelatihan kepada pegawai disana. Kali ini hanya mengajarkan bagaimana streaming video. Karena di sini hanya ada 2 komputer (1 di ruang kepala sekolah dan 1 digunakan untuk administrasi sekolah). Wajarlah, khan sekolah ini baru dibangun tahun 2007 dan jauh dengan pusat kota.
Setelah semua pegawai “sedikit” mengerti, kami pun meminta izin untuk pamit pulang. Alhamdulillah jam 16.40 sudah ada di Hotel Brenton.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Pointing di SMA N 2 Kupang Timur (2)

Alhamdulillah, satu pekerjaan sudah kami selesaikan. Karena sudah memasang parabola di SMA N 1 Kupang Tengah. Dan hari ini (26 Juli 2010) adalah waktunya untuk mengunjungi sekolahan yang berikutnya. Kali ini kita akan melakukan pointing di SMA N 2 Kupang Timur. Jarak yang ditempuh dari Hotel Brenton ke sekolah ini adalah ± 25 KM. Sekolah ini beralamat di Jl. Timor Raya KM 33 Kel. Naibonat.
Pukul 09:17 kami segera menuju SMA N 2 Kupang Timur. Rencananya akan melakukan pointing, instalasi Digi Server dan pelatihan untuk pegawai di sekolah itu. Pukul 10.17 kami mulai merakit parabola dan segera pointing. Alhamdulillah, hanya perlu waktu sampai satu jam setengah kami menyelesaikan perakitan dan pointing parabola. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 11.45, maka kegiatan kami pun dihentikan sejenak. Kali ini kita akan melakukan MAKSIAT (MAKan siang, Sholat dan IstirahAT).
Waktu antara pukul 13.00 s.d 15.00 WITA, kami gunakan untuk pengecekan komputer yang akan dijadikan sebagai server. Setelah mendapatkan spesifikasi komputer yang lebih dari pada yang lainnya, maka pada pukul 15.05 kami mulai melakukan instalasi Digi Server. Instalasi kali ini tidak membutuhkan waktu lebih dari 30 menit. Dan kegiatan selanjutnya adalah memberikan pelatihan multicast kepada Pak Albert dan Bu Yayuk. Dan Alhamdulillah, merekapun cepat tanggap.
Karena labkomnya sudah terpasang LAN, maka kami hanya melakukan maintenance and repair serta memasang AP untuk hotspot di sekolah itu. AP yang digunakan berjumlah 2 buah (1 buah dari kami dan 1 dari sekolah itu) dan kami tempatkan di labkom dan ruang kepala sekolah. Dan alhamdulillah, semua kegiatan hari ini berjalan dengan lancar.
Pukul 20.15 WITA kami, Bu Yayuk (Kepala Sekolah), Pak Albert (Guru TIK), dan Pak Angelo (Pegawai TU) berniat untuk pulang dan beristirahat. Karena besok masih banyak aktifitas yang harus dilakukan. Ketiga kalinya saya merasa terkejut, karena seorang kepala sekolah perempuan bisa juga pulang menggunakan vespa. Padahal waktu itu sudah dikatakan malam ditambah lagi jarak antara sekolah dan rumahnya lebih dari 30KM. Masya Allah. Kalau di Jawa, kira-kira orang seperti ini masih ada atau tidak ya? Alhamdulillah, pukul 21.15 WITA kami sudah sampai di Hotel Brenton.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Pointing di SMA N 2 Kupang Timur (1)

Hari senin ini, kita akan mengadakan instalasi Digiserver dan pelatihan tentang multicast kepada seluruh pegawai SMA N 1 Kupang Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang Tata Usaha. Alhamdulillah, tepat pukul 14.00 WITA kegiatan ini sudah selesai dilaksanakan. Kegiatan selanjutnya adalah mengambil parabola dan perlengkapannya yang masih disimpan di Dinas Pendidikan Kab. Kupang. Hanya perlu waktu tiga puluh menit untuk menuju tujuan dan kami pun langsung mengambil peralatan itu.
Sebelum kami berangkat menuju SMA N 2 Kupang Tengah, tiba-tiba kami bertemu dengan kepala SMA N 1 Kupang Barat. Dan beliau menyuruh kami untuk mengantarkan parabola dan kelengkapannya ke sekolah itu. Pukul 16.44 WITA kami menuju ke SMA N 1 Kupang Barat. Dan hanya membutuhkan waktu tiga puluh lima menit untuk sampai ke SMA N 1 Kupang Barat.
Setelah sampai di SMA N 1 Kupang Barat, kami langsung menurunkan 1 buah parabola berikut dengan kelengkapannya serta mencari letak untuk penempatan parabola. Sebelum kami naik ke mobil pick up, kepala sekolahnya bertanya “Kalau uang buruh, semen dan pasir untuk pemasangan parabola ini darimana? Soalnya kami tidak mempunyai dana untuk itu.” Kami juga sempat kaget, karena baru kali ini ada kepala sekolah yang meminta itu kepada kami. Padahal di samping pintu masuk sekolah itu ada 4 sak semen. Lalu kami menyampaikan kepada beliau, “Uangnya akan kami ganti setelah selesai pekerjaan ini.”
Tepat pukul 17.30 WITA kami menuju SMA N 2 Kupang Timur untuk mengantarkan parabola dan perlengkapannya. Saya dan Febri naik pick up di bagian belakang beserta dengan ketiga parabola itu. Sepanjang perjalanan, kami hanya melihat lampu kendaraan. Karena disekitar jalan raya sangat jarang rumah penduduk. Ditambah lagi lampu penerangan untuk jalan raya pun tidak ada.
Ternyata jarak antara SMA N 1 Kupang Barat dan SMA N 2 Kupang Timur bisa kami tempuh dalam waktu 1 jam 20 menit. Kali ini, kami disambut oleh 2 pegawai di SMA itu. Mereka ada Pak Albert dan Pak Angelo. Wah, salut deh dengan sekolahan ini. Sudah pegawainya rela menunggu kami dari tadi pagi sampai pukul 18:50 lalu ditambah lagi mereka masih menggunakan seragam PNS lengkap dengan atributnya.
Akhirnya kami pun mengambil semua perlengkapan yang dibawa oleh mobil dan disimpan di Labkom yang ada disekolah ini. Kedua kalinya saya dikejutkan. Ternyata di labkom ini terdapat 20 PC client dan 2 PC Tutor dan setiap PC dilengkapi dengan UPS serta dalam labkom itu sudah dilengkapi dengan jaringan komputernya. Wah, ternyata sekolah ini lebih maju dari pada sekolah yang pernah saya kunjungi di Kabupaten Kupang ini.
Tugas yang kedua adalah kami harus mencari tempat penyimpanan tiang parabola. Ternyata tiang ini cocok ditempatkan di belakang papan nama sekolah. Hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk membuat tiang ini berdiri tegak.
Gonggongan anjing yang saling bersaut-sautan terdengar dimana-mana, suara jangkrikpun menyertai kami selama berada disana. Pukul 20:30 WITA kami kembali ke Hotel Brenton untuk beristirahat.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 03 Agustus 2010

Pointing di SMA N 1 Kupang Tengah (2)

. Selasa, 03 Agustus 2010
0 komentar

Pagi ini (Minggu, 25 Juli 2010), saya mengulang kegiatan yang kemarin pagi. Hanya saja ada sedikit tambahan waktu. Karena sejak pukul 06.05 s.d 09.25 saya berada di depan pintu kamar 201 Hotel Brenton. Setelah itu, Mas Sandi menelepon Pak Melkis, dan memberitahukan bahwa hari ini kami akan kembali ke sekolahan itu. Tapi Pak Melkis tidak bersedia karena akan melakukan ibadah. Maklum lah, disini khan mayoritas penduduknya beragama Kristen Protestan. Dan Pak Melkis bisa meluangkan waktu setelah pukul 18.30.
Jam sudah menunjukkan pukul 18.30, kami pun mencoba menghubungi Pak Melkis. Tapi HP nya tidak aktif. Lima belas menit kemudian kami pun berangkat ke SMA N 1 Kupang Tengah dengan menggunak Mobil CRV. Setelah sampai disana, ternyata tidak ada pegawai yang berada disana. Hanya ada 2 anak perempuan yang berpakaian tidah rapih (kotor), rambut acak-acakan dan tidak menggunakan alas kaki. Ku coba bertanya kepada mereka, “Kalo pegawai disekolah ini kemana?” dengan sedikit bingung mereka berkata “Tidak”. “Tidak apa?” Tambah kami. “Tidak ada” tambah mereka.
Lalu kamipun menelepon Pak Melkis dan ternyata beliau masih beribadah dan tidak bisa untuk ke sekolahannya. Akhirnya kamipun berniat untuk kembali ke Hotel. Sebelum ke hotel, saya sempat bertanya kepada mereka. “Sedang apa kalian disini?” Merekapun menjawab “Sedang main”. “Memangnya rumah kalian dimana?” tambah saya. “Dekat sini. Dibalik pepohonan itu”. Salah satu dari mereka menunjukkan letak rumahnya. Kulihat apa yang dia tunjukkan, dan ternyata hanya terdapat pepohonan kecil dan tidak ada cahaya sedikitpun. Lalu saya bertanya lagi “Sekarang kalian kelas berapa?” Sambil garuk-garuk kepala, keduanya berkata “Kami tidak sekolah, karena tidak punya uang”.
Kaget... Ya, sungguh kaget mendengar kata terakhir mereka. Seketika itu terlintas pertanyaan dan harapan dalam benakku. Mengapa mereka tidak bersekolah? Seberapa pentingkah sekolah bagi mereka? Ya Allah, semoga dikemudian hari saya berguna untuk mereka semoga mereka segera merasakan indahnya duduk di bangku sekolah.
Satu ucapan perpisahan untuk mereka “Semoga cepat sekolah ya, De! Oh ya, Kak pulang dulu ya. Sampai ketemu lagi... Dah Ade...” Akhirnya kamipun kembali ke Hotel Brenton.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Sabtu, 31 Juli 2010

Pointing di SMA N 1 KupangTengah

. Sabtu, 31 Juli 2010
0 komentar

Alhamdulillah, pagi ini saya bisa menikmati udara segar di Kupang. Ku lihat pemandangan dari lantai 2 Hotel Brenton, ternyata bagus juga ya? Terlihat di depan hotel ada “pangkalan” bis jurusan Kupang, Kefa, Atambua, dan angkot yang berlalu lalang di sampingnya. Ku lihat juga toko-toko di samping pangkalan itu, ada toko sembako “Toko Baru”, counter HP “Ilman Cell”, toko elektronik “Visicom”, warung bakso dan toko khusus kasur. Di sekitar pangkalan itu banyak orang yang berambut ikal, mulutnya berwarna merah, berkulit gelap dan bahasa yang mereka gunakan terdengar sangatlah “asing”.
Hampir 30 menit saya melihat-lihat daerah disekitar hotel itu, dan alhamdulillah mataharipun “menyambut dengan ceria” dan ku izinkan sinarnya untuk “menyentuh” seluruh badanku. Setelah lebih dari 1 jam, selanjutnya saya menuju kamar hotel dan segera mempersiapkan seluruh perlengkapan untuk pointing, instalasi digiserver, dan memberikan pelatihan multicast di SMA N 1 Kupang Tengah.
Pukul 08.17 kami (saya dan Irsandi Hasan) berangkat menggunakan mobil yang disediakan hotel dan segera menuju SMA N 1 Kupang Tengah. Setelah sampai disana, kami langsung di sambut oleh kepala sekolah (Pak Melkis nama pendeknya) dan kami langsung menuju ruangan beliau. Di dalam ruangan itu ada seorang yang rupanya sedang menunggu kami. Beliau adalah Pak Albert S. Mali, S.Pd perwakilan dari SMA N 2 Kupang Timur. Dalam ruangan itu pula, ku lihat ada sebuah meja yang diatasnya terdapat banyak tumpukan kertas, disebelah kanan lemari ada 1 buah lemari yang diatasnya terdapat 4 piala, 1 buah bendera, disamping meja itu ada 1 buah kursi yang berwarna hitam, dan diatas kursi itu terdapat foto presiden dan wakil presiden, serta gambar garuda. Dihadapan lemari, terdapat papan organigram di sekolah itu, dibawah papan itu terdapat papan pengumuman yang diatasnya terdapat tulisan “Bantuan Jasa Raharja” serta di depan meja kepala sekolah dan diantara papan pengumuman dengan lemari terdapat 5 kursi plastik berwarna merah dan 1 buah meja plastik mini. Rupanya, kelima kursi dan meja mini itu akan digunakan untuk briefing.
Beberapa menit kemudian, kamipun melakukan briefing tentang teknis pengambilan dan pemasangan parabola, serta memberikan informasi yang dibutuhkan oleh mereka. Setelah semua informasi diberikan, kami pun langsung menuju lapangan untuk segera memasang parabola dan langsung pointing. Sedikit demi sedikit kurakit sendiri parabola itu dan setelah selesai dirakit, ku meminta bantuan beberapa pegawai disana untuk mengangkat rame-rame parabola dan memasangkannya diatas tiang yang telah disiapkan.
Tepat pukul 10.30 saya mulai persiapan pointing. Kami persiapkan 1 buah tv dan ditempatkan depan ruang TU dan di samping tv itu ada 1 buah digibox. Kucari arah utara selatan dengan menggunakan kompas. Saya heran dengan kompas itu, karena kompas itu menunjukkan arah yang berbeda dengan arah yang sebenarnya. Ku cari juga letak satelit Telkom 1 dengan menggunakan GPS dan alhamdulillah bisa diketahui hasilnya.
Setelah hampir satu jam setengah belum mendapatkan hasil pointing yang maksimal, saya pun disuruh untuk istirahat dan makan bersama dengan pegawai disana.Tepat 30 menit saya beristirahat dan kulanjutkan kegiatan yang sebelumnya tertunda.
Setelah hampir 3 jam belum juga mendapatkan hasil yang maksimal, akhirnya ku setting ulang letak elevasi, azimut, arah LNB, dan arah parabolanya. Tapi hasilnya tetap lagi belum maksimal. Banyak orang yang bertanya-tanya, “Gimana mas, kok belum dapet hasil yang maksimal?” Dengan perasaan sedikit cemas dan ku jawab saja “sebentar pak, ini juga sedang saya usahakan”.
Alhamdulillah, tiga puluh menit kemudian mendapatkan hasil SNR 77%. Tapi hasil ini membuat saya heran, karena satelit Telkom 1 itu berada di 1080BT sedangkan untuk Kupang berada 1230 BT dan arah parabolanya mengarah ke arah timur. Ada apa gerangan?
Dua puluh menit kemudian, Pak Melkis menyuruh saya untuk mencoba mengganti posisi tiang parabola. Tak ku sangka, lima menit kemudian pegawainya membawakan sebuah bambu kering panjangnya ± 2m. Lalu Pak Melkis berkata “Mas, coba kita ganti tiangnya menggunakan bambu ini!”. Dengan memberikan sedikit senyuman, lalu saya berkata “Maaf Pak, adat saya melarang seorang anak memperkerjakan orang tua”. Lalu Pak Melkis menambahkan “Ga papa mas, soalnya orang timur biasa kerja keras. Ayo lah mas, apa salahnya kita coba?”.
Dengan sedikit pertimbangan, akhirnya saya pun menyetujui saran itu. Saya, Pak Melkis dan Pak Albert mengangkat parabola dan 2 pegawai SMA itu yang memasukan bambu ke lubang parabola. Sudah bambunya bengkok, retak-retak dan sudah sangat kering. Setelah terpasang, dan dengan berhati-hati kami angkat parabola itu. Kami bawa parabola itu ke tengah lapangan. Saya pointing, semua orang memegang bambu. Saat saya putar parabolanya, bambunya pun ikut berputar dan selalu bergerak. Seketika itu juga Pak Melkis berkata “Coba bawahnya tahan pake kaki, trus usahakan jangan bernafas supaya bambunya tidak bergerak”. Dan semua orang pun tertawa.
Hampir 20 menit kami mencoba saran Pak Melkis, dan hasilnya pun belum signifikan. Akhirnya parabolanya kami kembalikan ke tiang yang sebenarnya.
Jam menunjukkan pukul 17.05, dan Pak Melkis menyuruh kami untuk menghentikan pekerjaan kami dan bisa melanjutkannya esok hari. Dan kami pun bersiap-siap untuk pulang. Tepat pukul 17.30 kamipun pulang ke tempat masing-masing.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Sabtu, 24 Juli 2010

Awal di Kupang

. Sabtu, 24 Juli 2010
0 komentar

Jam 03.45 WIB, kami (saya dan Santoso) berangkat dari kosan Abdul Rizal menuju pertigaan jalan di depan UT. Saya membawa 1 tas berisi laptop dan buku tentang tarbiyah dan 1 tas berisi pakaian untuk selama magang di Kab. Kupang. Langkah demi langkah kami telusuri, sampai tibalah di pertigaan jalan samping UT. Setelah beberapa menit, ada sebuah SMS sampai ke HP boethoet-ku. Ternyata pesan itu dari Pak Ali dan memberitahukan bahwa kami harus menunggu di depan ATM Universitas Terbuka (UT)
Setelah sampai di depan ATM (04.05 WIB), sebuah taksi menghapiri kami. Ternyata Pak ali dalam taksi itu dan menyuruh kami untuk segera naik ke dalam taksi itu dan kamipun langsung menuju bandara Sukarno Hatta. Tepat pukul 05.25 WIB kami tiba di Terminal 1 bandara Sukarno Hatta. Ternyata jarak 45,8 KM ditambah berhenti selama 15 menit 16 detik menghabiskan uang Rp. 127.720. Ternyata mahal juga yaa???
Setelah sampai di terminal 1, kami pun bertemu dengan Irsandi Hasan (Staff Seamolec) dan kami langsung Ceck In yang dilanjutkan untuk sarapan di kantin bandara. Disana saya hanya pesen cornet dan sprite. Setelah sarapan, kami langsung menuju ruang tunggu. Tepat pukul 06.25 kami langsung menuju pesawat Batavia Air. Dan tepat pukul 06.55 kamipun berangkat menuju Kupang dan alhamdulillah pukul 09:22 Wib sampai juga di bandara El Tari Kupang.
Setelah semua barang bawaan dibawa, kamipun langsung menuju keluar dari bandara itu. Saya kira, untuk menuju Forum Guru Cerdas (FGC) NTT akan menggunakan kendaraan umum, tapi menggunakan jemputan dari karyawan FGC. Sudah hampir 1 jam jemputan pun belum datang, dan pukul 10.15 WIB ada yang menjemput.
Ditengah jalan, kami sempat berhenti di warung makan. Tak kusangka, ternyata yang dagangnya orang jawa. Di warung ini saya hanya pesan soto, nasi putih dan teh manis. Setelah makanan itu habis semua, kamipun keluar warung itu dan duduk-duduk di samping mobil jemputan (pick up). Sambil melihat-lihat keadaan sekitar, kami dikejutkan oleh mobil angkot. Ada apa dengan mobil angkot itu??? Ternyata suara musik dalam angkot itu keras banget sampe terdengar semua orang yang ada di pinggir jalan raya itu. Setelah angkot itu melewati kami, kami dikejutkan lagi oleh tulisan dalam mobil itu. Tulisan itu adalah “Jangan protes klo hanya melihat”. Pokoknya LIKE THIS banget dech. Dalam warung itu saya sempat menyamakan jam di hp. Karena antara Jabar dan NTT beda 1 jam.
Pukul 11.24 WIB kami langsung menuju gedung pertemuan FGC NTT. Disana kami mengambil semua peralatan untuk pointing. Setelah semua alat di angkut, kami langsung menuju Dinas Pendidikan Kab.Kupang, dan di tengah jalan kami sempat booking kamar 201 di Hotel Brenton. Alhamdulillah, pukul 15.00 Wib kami tiba di Dinas Pendidikan (Disdik) Kab. Kupang. Saya kaget dengan kondisi dinas pendidikannya. Karena disdik disini berbeda dengan disdik tempat magangku.
Disdik disini sangat sederhana. Lantainya aja masih menggunakan campuran antara tanah dan sedikit semen. Gentingnya masih menggunakan seng, pohon-pohonnya sedang meranggas dan didepan ruangan bagian keuangan ku lihat sumur tua yang sudah mengering. Ketika akan memasuki pintu ruang Sub Bag. Keuangan, kami disambut oleh lantai yang retak-retak. Ternyata, sungguh memprihatinkan.
Pukul 15.35 kami langsung menuju SMA N 1 Kupang Tengah yang beralamat di Jl. Timor Raya KM 18.3 Tanah Merah Kupang untuk memasang parabola dan alhamdulillah 20 menit kemudian kami sampai di sekolah itu. Ternyata, kondisi disini tidak berbeda dengan dinas pendidikannya. Hanya saja ada 2 ruang kelas yang temboknya menggunakan bambu dan beratapkan seng, lapangan upacara yang ditumbuhi oleh rumput-rumput yang mengering dan diujung lapangan itu ada 3 ekor sapi berwarna coklat, 4 ekor anjing yang badannya kurus-kurus dan ada 3 ekor kambing berbadan kurus berwarna coklat. Tidak jauh dari binatang itu, ada siswa-siswa yang sedang melaksanakan KBM.
Di sekolah itu kami hanya menyerahkan perlengkapan penunjang untuk pointing seperti 1 buah tiang parabola berwarna hitam sepanjang 2 meter, 1 buah parabola merk venus, digibox, Wireless D-Link dan Switch D-Link 8 port. Setelah semua alat di serahkan, kemudian kami menyuruh pegawai disana untuk memasang tiang parabola terlebih dahulu. Karena tiang parabola ini harus dipasang permanen. Setelah selesai semua, kamipun kembali ke Hotel Brenton untuk beristirahat.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Senin, 12 Juli 2010

Persiapan Magang

. Senin, 12 Juli 2010
0 komentar

Menurut jadwal dari Mbak Cahya Ratih semua mahasiswa mempunyai waktu liburan dari tgl 5 s.d 11 Juli 2010. Dalam kegiatan kali ini, saya berinisiatif untuk pergi ke Malang. Kegiatan selama di Malang adalah untuk menghilangkan kesuntukkan selama kuliah.
Tanggal 4 Juli, saya berangkat dari Cirebon menuju Malang. Dalam perjalanan kali ini hanya membutuhkan waktu kurang dari 14 jam menggunakan kereta.
Sehari sudah saya berada di Malang, dan agenda hari itu adalah untuk berkeliling ke Kota Malang. Dalam jadwal kali ini kami (saya dan dwa) akan singgah ke SMK N 12 Malang untuk mengetahui jadwal ngajar dan mengambil SK, SMK N 8 Malang untuk mengetahui kondisi terakhir dan VEDC MalangVEDC Malang untuk mengikuti test TOEFL.
Untuk kunjungan ke SMK N 12 dan SMK N 8 tidak ada hal yang diluar rencana, sedangkan untuk di VEDC ternyata ada hal yang diluar dugaan. Hal itu adalah bisa bertemu dengan Mas Kadek. Dia adalah Koordinator kelompok saat pertama masuk di ITB. usut demi usut, ternyata Mas Kadek ini adalah sering jadi pengajar mata pelajaran JENI untuk mahasiswa S1 STTAR-VEDC. Hampir 1 jam lebih saya ngobrol dengan Mas Kadek.
Karena mendapatkan informasi dari millist D4. Dalam millist itu disebutkan bahwa mahasiswa yang ditempatkan diperbatasan akan ada pertemuan pada hari senin (12 Juli) di Seamolec dan akhirnya tanggal 9 Juli pun saya kembali ke Cirebon.
Tanggal 11 Juli 2010 tepat pukul 23.45 dengan membawa koper dan tas gendong, bapak dan adikku mengantarkanku ke jalan raya. Tepat pukul 00.00, kami sudah berada di tempat yang biasa bus jurusan Jakarta mangkal. Sudah lebih dari 4 jam setengah kami menunggu, namun belum ada juga bis yang ke jakarta. Dengan rasa sedikit gundah, akhirnya ku beranikan diri untuk naik mobil bak terbuka yang membawa sayuran dan kebetulan mobil tersebut akan ke pusat kota.
Waktu di HP-ku menunjukkan pukul 05.40, bersama itu pula saya berada di terminal di kota. Agenda selanjutnya adalah mencari mobil jurusan Cirebon - Jakarta, dan alhamdulillah tepat pukul 07.15 ku bisa naik mobil jurusan itu. Dua puluh lima menit kemudian, mobil tersebut akhirnya berangkat menuju Kampung Rambutan - Jakarta.
Selama berada di mobil tersebut, tak henti-hentinya pesan SMS masuk ke HP-ku. Orang-orang yang mengirimkan pesan diantaranya adalah mas ari, dwa dan orang tuaku yang merasa khawatir terhadap keadaanku. Karena ini baru pertama kali saya pergi ke Jakarta. Dan saya berpesan kepada orang tuaku, bahwa mereka tidak usah khawatir. Karena saya sudah membawa peta lengkap daerah Jakarta dari Google Map.
Dah dulu ah... Mau packing nih...

Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 20 Juni 2010

3D Max dan Kenanganku

. Minggu, 20 Juni 2010
0 komentar

Awalnya sih, sering bertanya2 tentang mata kuliah ini. Apa itu 3D? Saya coba searching di mbah google, dan alhamdulillah nemu juga artikel dan tutorialnya. Saya coba tuk pelajari ini secara otodidak. Sampai saatnya, tanggal 17 Juni 2010, ada salah seorang yang menjadi tutor mata kuliah ini. Dan ternyata, secara garis besar, 3D Max mempunyai kesamaan dengan Auto CAD.
Berbicara ttg Auto CAD, jadi teringat pada masa-masa SMK dulu. Saat itu, saya masih kelas 2 dan kepala sekolah menyuruh saya untuk mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Kota Cirebon pada mata lomba Auto CAD. Sempat kaget juga tuk menerima tawaran itu.
Setelah bertanya-tanya kepada guru, TU dan orang yang pernah mengikuti LKS, akhirnya ku bulatkan tekad untuk terus maju.Bismillah, saya pasti bisa.
Saat perlombaan pun telah tiba. Yang menjadi tempat lomba untuk bidang Teknologi Industri bertempat di SMK N 1 Kota Cirebon. Hari selasa, tepat jam 8 pagi saya berangkat menuju tempat lomba itu. Sebelum masuk ke dalam ruang ujian. tak lupa ku ucapkan Bismillah, semoga mendapatkan hasil yang diridhoi.
Absensi peserta lomba dan format biodata peserta pun di bagikan. Saat mengisi biodata, penguji sempat bertanya kepada saya, Loh, kamu khan jurusan Teknik Komputer Jaringan? Knapa ikuti mata lomba ini? Apa salah masuk ruangan?. Sambil tersenyum saya jawab. "Tidak salah kok pak, saya benar-benar akan mengikuti mata lomba ini (Auto CAD). Lalu penguji itu bertanya lagi. Emang kamu paham tentang ilmu bangunan?. Sambil kutatap matanya lalu saya berkata "Bagaimana bapak akan tau kemampuan saya, sedangkan saya sendiri belum mengerjakan soal ini.
Setelah seminggu menunggu pengumuman hasil lomba, akhirnya SMK N 2 Kota Cirebon-lah yang menjadi tempat pengumumannya. Satu persatu pemenang mata lomba diumumkan. Sampai tiba mata lomba Auto CAD. Dengan hati yang harap-harap cemas. Alhamdulillah, akhirnya namaku disebutkan juga.
saya langsung bergegas menuju aula itu dan ku terimalah selembar piagam penghargaan dan sebuah piala.
Setelah penyerahan piagam dan piala penghargaan selesai dilaksanakan, akhirnya saya kembali ke tempat duduk. Setelah beberapa lama kemudian, penguji itu datang dan duduk disampingku. Beliau sempat berkata "Selamat ya, ga ku sangka. Ternyata anak jurusan Teknik Komputer Jaringan juga bisa mendapatkan juara. Padahal mata lombanya tidak ada sangkut pautnya dengan Komputer Jaringan". Lalu ku jawab, Alhamdulillah pak, karena bapak juga saya menerima penghargaan ini. Semoga ini menjadikan awal pertemuan kita. Dan saya harap, bapak bisa membagikan ilmunya kepada saya."

Klik disini untuk melanjutkan »»

Kamis, 10 Juni 2010

Perbedaan Menghilangkan Tulisan Header Blog dan Website

. Kamis, 10 Juni 2010
0 komentar

Sengaja saya postingkan ini karena permintaan dari muttarobbi (anak didik). Menurutku, seperti ini tutorial perbedaan menghilangkan tulisan pada header blog dan website.
Blog
Langkah-langkah untuk menghilangkan tulisan pada header blog (blogger) adalah :
  1. Masukkan username dan password blog kita.
  2. Klik tulisan Tata Letak.
  3. Klik tulisan Edit HTML.
  4. Beri centang pada tulisan Expand Template Widget
  5. Cari tulisan :
    #header h1{
    margin:0;
    padding:40px 0 0 110px;
    font-size:20pt;
    font-weight:bold;
    line-height:1.3em;
    letter-spacing:.1em;
    font-style:bold;
    color:#111;
    }
  6. Tambahkan tulisan visibility:hidden; sehingga script-nya menjadi :
    #header h1{
    margin:0;
    padding:40px 0 0 110px;
    font-size:20pt;
    font-weight:bold;
    line-height:1.3em;
    letter-spacing:.1em;
    font-style:bold;
    color:#111;
    visibility:hidden;
    }
  7. Klik tombol Simpan Template
  8. Lihat hasilnya. Apakah seperti ini? Kalau tidak seperti itu, silahkan tanyakan ke saya langsung melalui YM (chatting).
Website
Untuk yang menggunakan Joomla, biasanya itu disesuaikan dengan template yang digunakan. Namun, secara garis besar script yang digunakan pada template itu sama.
Langkah untuk menghilangkan tulisan pada header website adalah :
  1. Masuk ke halaman Administrator.
  2. Klik menu Site, pilih Template Manager dan pilih Site Templates.
  3. Klik pada radio template yang bertanda ceklis (Default) lalu pilih menu Edit HTML yang ada di pojok kanan atas.
  4. Cari kode :
  5. Hilangkan tulisan tadi.
  6. Simpan template
  7. Lihat hasilnya.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Rabu, 02 Juni 2010

Ada Apa dengan Kata PERBATASAN

. Rabu, 02 Juni 2010
0 komentar

Bismillah, semoga keputusan yang telah diambil bisa menjadikan saya lebih dekat dengan Sang Pencipta.
Coming Soon...

Klik disini untuk melanjutkan »»

Sabtu, 29 Mei 2010

Tiga masalah yang terjadi di tempat magang

. Sabtu, 29 Mei 2010
0 komentar

Sebelum kembali ke daerah masing-masing, Direktur Seamolec (Bapak Gatot Hari Priowirjanto) menyuruh kami untuk membuat proposal penelitian. Dalam proposal penelitian itu, menguraikan rincian tugas selama di daerah.
Berikut adalah beberapa masalah yang terjadi ditempat magang, diantaranya adalah :
  1. Jardiknas antara dinas pendidikan dan ICT Center belum berjalan secara optimal.
  2. Data pendidikan antara dinas pendidikan dan sekolah tidak sama
  3. Koneksi internet masih minim.
Masalah yang paling berpengaruh adalah Jardiknas antara dinas pendidikan dan ICT Center belum berjalan secara optimal. Tujuan memilih itu adalah :
  1. Karena komunikasi antara dinas pendidikan dan sekolah yang berada di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Cirebon bisa berjalan dengan baik.
  2. Data pendidikan bisa terupdate.
  3. Internet bisa dimanfaatkan disekolah.
Sedangkan untuk ruang lingkup masalah diatas adalah :
  1. Memberikan pemahaman kepada warga sekolah akan pentingnya jaringan komputer.
  2. Mengadakan pelatihan kepada orang-orang yang akan dijadikan admin disekolah.
  3. Membangun Jaringan komputer.
  4. Maintenance and repair secara berkala
Dalam hal ini, kami beranggotakan 7 orang. Diantaranya adalah :
  1. Ketua : Wasum
  2. Bendahara : Nani Triana
  3. Anggota
    1. Yudi Bambang HB. untuk Kec. Harjamukti
    2. Nono Harsono untuk Kec. Kesambi
    3. Andi Suandi untuk Kec. Kejaksan
    4. Nursaptono untuk Kec. Lemahwungkuk.
    5. Peni Desvia untuk Kec. Pekalipan.
Selanjutnya adalah masalah Jadwal pelaksanaan. Silahkan perhatikan gambar dibawah ini.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Sabtu, 22 Mei 2010

Berani Mencoba

. Sabtu, 22 Mei 2010
0 komentar

Minggu ini kami disibukkan dengan berbagai tugas yang telah diberikan kepada kami. Sebagai bahan inspirasi, saya coba untuk browsing. Alhamdulillah, setelah 10 menit akhirnya ada sebuah email yang masuk. Dalam email itu berjudul "Berani Mencoba yang dikirim oleh DaFo Cirebon dan seperti inilah isi emailnya."
Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. "Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31.104.000 kali selama setahun?" "Ha?," kata jam terperanjat, "Mana sanggup saya?" "Bagaimana kalau 86.400 kali dalam sehari?" "Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?" jawab jam penuh keraguan.
"Bagaimana kalau 3.600 kali dalam satu jam?" "Dalam satu jam harus berdetak 3.600 kali? Banyak sekali itu". Pembuat jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam. "Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?" "Naaaahhhh, kalau begitu, aku sanggup!" kata jam dengan penuh antusias.
Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31.104.000 kali.
Kesimpulan :
Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kita anggap impossible untuk dilakukan sekalipun.
  • Jangan berkata "tidak" sebelum Anda pernah mencobanya.
  • Masalah itu tidak sesulit yang Anda bayangkan.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 09 Mei 2010

Bikin geli aja

. Minggu, 09 Mei 2010
0 komentar

Hari ini, emang hari yang sangat bikin geli. Mengapa bisa bikin geli, karena pada saat UTS Fisika ternyata dari 24 mahasiswa tidak ada yang mendapatkan nilai diatas standar. Oh ya, teringat akan kata2 pak MENRISTEK saat ada acara di Mesjid Habiburahman Bandung. Beliau berkata, "Kalo kamu ingin maju, maka jangan mau kemampuanmu dibawah STANDAR. Karena dibawah standar akan terasa sakit. Apalagi standarnya dua + MegaPro lagi. Bisa2 bengkak semua tuh badan. Hehehehe...Ok, kembali lagi ke judul...
Setelah mengetahui hasil UTS itu, akhirnya dosen (Pak Erick) menerangkan langkah-langkah penyelesaian soal itu. Setelah diterangkan semua, Pak Erick menyampaikan pesan-pesan, diantaranya adalah :
  1. Tipe Mahasiswa
    Tidak sadar dan tidak mampu
    Sadar tidak mampu
    Sadar dan mampu

Lalu beliau juga menyampaikan trik supaya bisa menjawab soal-soal yang diberikan. Pesannya adalah "Pahami soal, Lihat dalam soal itu. Apa yang menjadi objek. Bagaimana hubungan antara objek2 tersebut. Lalu gambarkan dan gunakan rumus fisika. Belajar harus efektif dan efisien".
Terakhir, beliau berpesan "Seberapa cepat anda belajar?

Klik disini untuk melanjutkan »»

Sabtu, 01 Mei 2010

5 Tanda Anda Kekurangan Tidur

. Sabtu, 01 Mei 2010
1 komentar

Tubuh kita memberikan sinyal yang mengatakan bahwa kita sedang kelelahan. Namun kita seringkali terbiasa untuk menjalani hari-hari yang kekurangan tidur sehingga tidak menyadari betapa lelahnya kita. Hutang tidur bukanlah sesuatu yang bisa kita bayar di akhir minggu. Akan perlu waktu berminggu-minggu untuk membangun kebiasaan tidur yang lebih baik. Sebelum itu, ada baiknya Anda mengetahui apa saja tanda-tanda bahwa Anda kekurangan tidur.

1. Merasa frustasi dengan pertanyaan-pertanyaan simpel
Anda gampang sekali merasa frustasi untuk memutuskan suatu hal. Ketika Anda lelah, Anda akan sulit membedakan informasi yang penting dan yang tidak relevan. Ketika Anda kekurangan tidur, tubuh dan otak Anda berada dalam keadaan lelah, dan dalam keadaan ini, seseorang akan lebih berani bertaruh dengan hasil akhir pekerjaan yang ia lakukan, dan mengalami kesulitan untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan lain.

2. Anda sudah makan seharian, dan Anda masih tetap lapar
Studi menunjukkan bahwa kekurangan tidur kronis bisa mengganggu tingkat gula darah dan menyebabkan tubuh kurang memproduksi leptin. Leptin adalah hormon yang membuat kita merasa kenyang. Karena perubahan fisiologis ini, Anda akan lebih mudah makan berlebihan. Makanan yang diasup pun bukan makanan yang bernutrisi. Mereka yang kekurangan tidur akan lebih merasa kenyang ketika ia memakan karbohidrat, mungkin lebih karena tubuh butuh semacam pemicu semangat. Kekurangan tidur juga bisa menguras diri, membuat Anda untuk memilih kue manis ketimbang wortel.

3. Anda jadi sering terkena demam
Kekurangan tidur akan membuat si pemilik tubuh rentan terinfeksi virus. Hal ini pernah dibuktikan lewat sebuah studi, bahwa mereka yang tidur kurang dari 7 jam akan lebih mudah terserang flu ketimbang yang tidur 8 jam per hari.

4. Emosi yang naik-turun
Tanpa tidur yang cukup, Anda akan lebih rentan secara emosional. Dalam sebuah studi terlihat bahwa ada bagian dalam otak yang tidak cukup kuat bekerja. Dari studi itu juga bisa diambil keputusan bahwa otak sulit mengatur emosi kala tubuh kurang mendapatkan istirahat yang cukup. Ketika kita kekurangan tidur, kita juga menemukan bahwa otak kita yang lelah menyimpan memori negatif ketimbang memori yang positif atau netral. Sebagai hasilnya, kita akan lebih mudah merasa depresi ketika kekurangan tidur.

5. Ceroboh
Para peneliti telah mengakumulasi bukti bahwa mereka yang kekurangan tidur akan mengalami kemampuan motorik yang menurun. Mereka yang mengantuk akan cenderung jadi lebih ceroboh. Refleks yang kurang berfungsi sempurna, kekurangan fokus, akan membuat Anda sulit untuk bereaksi.(KCM)

Mitra FM

Klik disini untuk melanjutkan »»

Jumat, 23 April 2010

Alhamdulillah

. Jumat, 23 April 2010
0 komentar

Setelah menunggu dari tanggal 14 Desember 2009, Alhamdulillah pengumuman itu pun akhirnya diumumkan tanggal 23 Januari 2010. Pengumuman itu adalah "The Scholarship Program between SEAMOLEC and D4 ITB. Alhamdulillah, saya adalah salah satu mahasiswa yang berasal dari Cirebon.
Harapan saya, smoga beasiswa ini bermanfaat untuk saya, dan semoga ilmu yang saya dapatkan bisa bermanfaat juga untuk masyarakat

Klik disini untuk melanjutkan »»
 
Powered by Blogger.com